Suara bel pagi menandai dimulainya aktivitas belajar di SMP Katolik Giovanni Kupang. Di tengah rutinitas itu, Jacobus Simon Bolleng menjalankan perannya seperti biasa, yaitu mengajar, mengelola kurikulum, dan berinteraksi dengan siswa. Sejak 2006, sekolah tersebut menjadi tempat ia mengabdikan diri sebagai pendidik.

Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa Inggris angkatan 2002 ini memulai karirnya bahkan sebelum resmi diwisuda. Pada Juni 2006, ia memperoleh informasi lowongan guru dari siaran radio Yayasan Swastisari KAK. Ia kemudian mengikuti proses seleksi berupa tes tertulis dan praktik mengajar, hingga akhirnya diterima sebagai guru kontrak dan ditempatkan di SMPK Giovanni Kupang.

Selama empat tahun berstatus guru kontrak, ia menjalankan tugas mengajar sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kerja. Setelah diangkat menjadi guru tetap, tanggung jawabnya berkembang. Ia sempat dipercaya sebagai Wakil Urusan Humas selama sekitar tiga tahun, sebelum kemudian menjabat sebagai Wakil Urusan Kurikulum. Posisi ini kemudian dikenal sebagai Kepala Urusan Kurikulum.

Dalam peran tersebut, ia terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Tugas ini menuntut koordinasi yang konsisten agar proses pembelajaran berjalan sesuai standar pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan sekolah. Di luar tugas administratif, ia tetap aktif mengajar Bahasa Inggris untuk kelas VII serta membina kegiatan ekstrakurikuler seperti English Club dan Teater.

Minatnya terhadap dunia pendidikan telah terbentuk sejak masa kuliah. Pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada 2005 di SMK Mentari Kupang menjadi titik awal yang memperkuat pilihannya menjadi guru. Interaksi langsung dengan siswa dan dinamika kelas memberinya gambaran nyata tentang profesi yang akan dijalani.

Dalam perjalanan karirnya, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan waktu antara tugas mengajar dan administrasi hingga penyesuaian terhadap perubahan kebijakan pendidikan. Untuk menjaga konsistensi, ia mengandalkan kedisiplinan pribadi, dukungan lingkungan kerja, serta nilai-nilai yang ia pegang, termasuk pentingnya doa sebagai sumber ketenangan.

Sebagian besar kompetensi yang diperolehnya selama masa studi terutama dalam bidang pedagogi dan pengelolaan kelas masih relevan dan terus ia terapkan dalam praktik sehari-hari. Hal ini menunjukkan kesinambungan antara pendidikan formal dan tuntutan profesional di lapangan.

Kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, ia menekankan pentingnya ketekunan dan sikap tidak mudah menyerah. Sementara bagi almamater dan komunitas alumni, ia berharap terbangun jejaring yang aktif, saling mendukung, dan berkontribusi bagi perkembangan pendidikan.

Hampir dua dekade berkarier, Jacobus Simon Bolleng tetap menjalankan perannya dengan konsisten. Di ruang kelas maupun dalam pengelolaan kurikulum, ia mempertahankan komitmen yang sama: menjalankan tugas sebagai pendidik secara berkelanjutan.


Punya cerita inspiratif? Bagikan Sekarang!