Stefania Jesslyn Triyuniasri Sadipun: Dari Ruang Kuliah ke Perencanaan Pembangunan Daerah

Stefania Jesslyn Triyuniasri Sadipun, lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2018, memulai perjalanannya dari ketertarikan sederhana terhadap pelajaran ekonomi sejak masa SMA. Ketertarikan tersebut kemudian mengarahkannya pada pilihan studi yang kini menjadi dasar dalam menjalankan peran profesionalnya.
Saat ini, Stefania bekerja sebagai perencana di Bapperida Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam posisinya, ia terlibat dalam pengoordinasian dokumen perencanaan makro seperti RPJMD, RKPD, dan Renstra. Selain itu, ia juga bertanggung jawab melakukan pemantauan kesesuaian program kerja organisasi perangkat daerah (OPD), evaluasi kinerja pembangunan, serta pengelolaan data melalui sistem informasi perencanaan daerah (SIPD-RI).
Perjalanan menuju posisi tersebut tidak berlangsung instan. Setelah lulus pada 2022, Stefania sempat menjalani masa pencarian kerja tanpa hasil hingga awal 2023. Atas dorongan orang tua, ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Katolik Widya Mandira. Di tengah proses tersebut, ia mengikuti seleksi CPNS tahun 2024 dan berhasil lolos.
Pengalaman akademik yang paling berpengaruh baginya adalah saat mengambil konsentrasi Perencanaan Pembangunan pada semester tujuh. Mata kuliah tersebut tidak hanya membantu dalam menentukan arah karir, tetapi juga menjadi bekal utama dalam menghadapi seleksi CPNS dan menjalankan tugas di dunia kerja.
Dalam praktiknya, Stefania menghadapi berbagai tantangan. Ia harus menyesuaikan konsep perencanaan yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas di lapangan, termasuk keterbatasan anggaran dan dinamika kebijakan. Selain itu, ritme kerja yang bersifat periodik dengan tenggat waktu ketat, seperti dalam penyusunan RKPD, menuntut ketepatan dan kecepatan kerja. Penguasaan sistem SIPD-RI yang kompleks serta koordinasi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian dari tantangan sehari-hari.
Untuk menghadapi hal tersebut, kemampuan komunikasi menjadi keterampilan yang paling diandalkan. Pengalaman presentasi selama masa kuliah membantunya membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi, baik dalam forum resmi maupun saat berkoordinasi dengan berbagai OPD.
Stefania menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam menjalani proses. Ia meyakini bahwa keyakinan terhadap diri sendiri menjadi faktor utama untuk bertahan dan berkembang, bahkan ketika menghadapi keraguan dari lingkungan sekitar.
Ia berharap Universitas Katolik Widya Mandira dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Bagi Stefania, kombinasi antara pengetahuan dan integritas menjadi kunci dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya dalam bidang perencanaan pembangunan.